PMII Mataram Apresiasi Kinerja Cepat Tanggap Bupati Lombok Tengah Atasi Musibah Kebakaran Kampung Adat Sade
Mataram – PC PMII Mataram memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, khususnya Bupati H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., atas langkah cepat dan tanggap dalam menangani musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, musibah kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sade. Sebanyak ±75 unit rumah adat dan fasilitas pendukung seperti masjid, berugak, lumbung, serta 69 art shop milik warga ludes terbakar. Akibat kejadian tersebut sekitar 320 jiwa atau 120 KK kehilangan tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kebakaran terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata budaya ikonik Suku Sasak yang masih menjadi ruang hidup masyarakat.
Penanganan dilakukan secara lintas sektor oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemprov NTB, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta dukungan armada dari Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri turun langsung memimpin rapat koordinasi darurat pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Sahabat Muhammad Sapiin menilai kecepatan Pemkab Lombok Tengah dalam merespon bencana patut menjadi contoh. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pemerintah telah menggelar rapat darurat, mendirikan posko di Gedung Koperasi Desa Merah Putih, membuka dapur umum, serta memastikan pelayanan kesehatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak.
“Di tengah duka, kita melihat negara hadir. Bupati Pathul Bahri menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada rakyat. Itu yang kami apresiasi dari PMII Mataram,” ujar Sapiin.
Lebih lanjut, Pemkab Lombok Tengah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk skema pembangunan kembali rumah adat dan memastikan proses rekonstruksi melibatkan tokoh masyarakat agar nilai adat dan budaya tetap terjaga.
Bupati Pathul Bahri menegaskan fokus penanganan saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar, pendataan ulang kerugian, serta pembersihan puing. Pemerintah menargetkan rekonstruksi kawasan dilakukan tanpa menghilangkan jati diri arsitektur tradisional Sasak.
Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp34 miliar. Sapiin menambahkan, PMII Mataram siap bersinergi menjadi relawan kemanusiaan dan penggerak literasi bagi warga terdampak.
“PMII tidak hanya hadir saat aksi. Kami hadir saat rakyat butuh pelukan. Ini momentum kita membuktikan kader PMII adalah kader yang mengabdi,” tegasnya.
PC PMII Mataram berharap penanganan bencana di Sade menjadi cermin tata kelola pemerintahan yang humanis dan cepat. Sapiin mengajak mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan stakeholder pariwisata untuk bersama-sama mengawal pemulihan Desa Adat Sade agar kembali bangkit sebagai rumah peradaban Suku Sasak.
